Taman merupakan salah satu bentuk ruang terbuka hijau yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai macam aktivitas mulai rekreasi, olahraga maupun aktivitas yang bersifat pasif. Sebagai bentuk RTH, taman memiliki fungsi ekologis, sosial budaya, estetika dan ekonomi. Sebagaimana diketahui bahwa dinas perumahan rakyat, Kawasan permukiman dan pertanahan kabupeten Bekasi memiliki tupoksi, satu diantaranya adalah mengelola pertamanan. Untuk itu diperlukan pemahaman dan pengetahuan teknis bagi SDM yang bertanggungjawab mengurus dan mengelola pertamanan di wilayah kabupaten Bekasi.

Untuk menjembatani hal ini, Lembaga Pengkajian Kebijakan Strategis  Indonesia (LPKSI) yang memiliki concern dalam acara pembinaan pegawai termasuk pelatihan, workshop, bimbingan teknis, mengadakan kegiatan “Pelatihan Terpadu Teknis dan Tatacara Pengelolaan Pertamanan di Wilayah Pemda Kab. Bekasi,”. Kegiatan ini berlangsung di di Hotel Java Palace, Jababeka, Cikarang, selama tiga hari mulai dari tanggal 20 sampai dengan 22 Agustus 2019. Tim LPKSI mengundang Ketua Umum Perhimpunan Florikultura Indonesia yaitu Ibu Ir. Deborah Herlina Adriani, MS dan Ibu Ir. Daisy Radnawati, M.Si (Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia). Kedua narasumber ini membahasa beberapa materi pelajaran diantaranya adalah:

  1. Kebijakan umum dalam tanggungjawab pengelolaan pertamanan di lingkungan pemerintah daerah
  2. Perencanaan, aspek teknis dan tata kelola pertamanan: teknik pembibitan/perbanyak, pemupukan, instalasi air serta garden centre management.
  3. Jenis tanaman, peruntukan, fungsi dan aspek perawatan
  4. Aneka permasalahan dan alternative solusi dalam pengelolaan pertamanan: jenis, cuaca, gangguan hama, umur, kekuatan, daya tahan serta keamanan tanaman.
  5. Survey lapangan dan studi perbandingan
  6. Praktek dan simulasi (bag. Pertama)
  7. Praktek dan simulasi (bag. Pertama)
  8. Praktek dan simulasi (bag. Pertama)
  9. Praktek dan simulasi (bag. Pertama)

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta untuk mampu menguasai tatacara pengelolaan pertamanan. agar dapat terpelihara dan fungsi-fungsinya tetap berjalan.